Saya hanyalah pemula blogger bukan asli Solo (tepatnya orang Sukoharjo), bukan seseorang yang pandai merangkai kata, tapi berusaha mencoba mencurahkan kesan dan pengalaman tentang Kota Solo.

Gambar

Solo adalah salah satu kota yang terkenal dengan keramahan dan kelembutannya. Kota Solo sering saya kunjungi mengingat saya menempuh pendidikan di kota yang berslogan “the Spirit of Java” ini. Begitu terkesannya saya kala itu mengetahui bahwa Kota Solo mempunyai satu universitas negeri yaitu Univeritas Sebelas Maret, dan berharap saya bisa belajar di universitas ini. Bersyukurlah akhirnya saya diterima dan Kota Solo menjadi saksinya.

GambarGambar 1. Gerbang depan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Dengan status mahasiswa di UNS saya tak mau ketinggalan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kota Solo, termasuk event-event yang diselenggarakan di Solo. Entah itu berbau kebudayaan lokal maupun internasional. Terkesan dan kagum, itu yang saya rasakan karena setelah status saya naik ke level mahasiswa, saya semakin tahu lebih luas tentang Solo. Saya bersama dengan teman-teman pernah menyaksikan event-event yang ada, sebut saja SIPA. Beberapa negara yang bekerja sama dalam acara ini ikut serta menyuguhkan tampilan yang elok akan kebudayaannya. Sungguh menakjubkan perpaduan antar budaya lokal dan juga internasional yang ada, ditampilkan dalam satu waktu dengan saling memberikan dukungan satu sama lain. Tak ketinggalan juga mengenai kebudayaan yang sudah ada sejak zaman kerajaan sampai sekarang, yaitu “sekatenan”. Pada musim sekatenan ini biasanya Alun-alun utara di padati dengan berbagai jenis mainan dan juga penjual, sehingga kesan bahagia dan seru bisa di tengah-tengah acara ini. Puncaknya adalah gunungan yang biasanya banyak orang berebut makanan yang dibuat bentuk tumpeng yang dipercaya memberikan berkah. Pertama kalinya aku melihat begitu kagetnya saya karena apa yang pernah saya lihat di TV ternyata dalam kenyataannya jauh lebih banyak warga yang berdatangan. Ini membuktikan antusias warga Solo akan kebudayaan ini masih tergolong tinggi. Saya salut akan hal ini.

Gambar

Gambar 2. Sekatenan di malam hari, alun-alun utara Solo

Sebagai mahasiswa saya juga punya hobi yang dinamakan jalan-jalan. Jalan-jalan kemana pun kalau di kota Solo tak perlu bingung. Bila merasa bosan, ingin refreshing, menghirup udara segar, memandang hijaunya dedaunan, tetapi tidak mengeluarkan biaya banyak, kita bisa mengunjungi Taman Balekambang di Manahan. Tempat ini memberikan kesan yang tenang, teduh, dan cocok untuk foto. Berkumpul dengan teman-teman dan melihat beberapa satwa di sini juga bisa. Selain itu, tempat inilah yang menjadi saksi akan suka duka saya tentang suatu masalah yang dinamakan “percintaan”. Tak hanya itu, taman ini juga dilengkapi dengan tempat pertunjukan wayang orang, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Inilah nilai tambahannya kota Solo, kebudayaannya selalu ada dan melekat.

 Gambar

Gambar 3. Saat mengunjungi Taman Balekambang

Minggu pagi merasa bosan di rumah atau di kos, solusinya bisa ke Solo Car Free Day. Car Free Day (CFD) ini dilaksanakan di sepanjang jalan Slamet Riyadi mulai pukul 06.00-09.00 WIB. Di sinilah orang-orang berbaur menjadi satu. Ada yang sambil jalan sehat, bersepeda, bersepatu roda, bermain tenis meja, sekedar melihat acara yang ada, berkumpul dengan organisasi, berjualan, dan lain sebagainya. Bila ada acara tertentu dan sekiranya penting, biasanya beberapa stasiun tv meliputnya. Contohnya pada saat memperingati Hari Ibu. Saya dan teman saya yang kebetulan ke CFD diwawancarai mengenai hari ibu. Inilah pengalaman pertama saya di shoot secara live di TATV. Grogi, itulah yang saya rasakan. Namun berkat inilah setidaknya saya bisa menyampaikan rasa cinta kasih saya kepada ibu yang di share melalui media elektronik yaitu TV. Senang dan bangga akhirnya menyelimutiku saat itu.

Gambar

Gambar 4. Wawancara dengan kru TATV di CFD Slamet Riyadi

Di kota “The Spirit of Java” ini juga tidak susah bila kita ingin menonton film di bioskop. Hal ini dikarenakan grand 21 dan XXI sudah ada di kota Solo. Tak kalah dengan film, wayang kulit pun juga masih dipertunjukkan. Biasanya pertunjukan wayang kulit ini dilaksanakan Sabtu malam di Ngarsopuro. Di sini juga banyak yang berjualan beraneka ragam barang, seperti pakaian, pernak-pernik, jajanan, dan lain-lain. Hebat bukan, meskipun seperti pasar malam tapi unsure kebudayaan melekat di dalamnya.

 Gambar

Gambar 5. Pasar Malam Ngarsopuro Solo

Gambar 

Gambar 6. Penulis di Pasar Malam, Ngarsopuro

Bicara tentang Solo kurang lengkap bila tidak mengikutsertakan Kraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran. Peninggalan zaman kerajaan ini ternyata masih dijaga dan dilestarikan. Meskipun ada beberapa barang peninggalan yang ada di dalamnya tidak terawatt karena keterbatasan biaya. Pengalaman yang saya dapatkan dari kunjungan saya dan teman-teman ke Kraton Kasunanan maupun ke Pura Mangkunegaran adalah pentingnya melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya kita agar tidak luntur di era globalisasi. Kami pun juga diberikan nasihat oleh abdi dalem yang memandu kami, yaitu agar tidak melupakan yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita, meskipun modernisasi telah menguasai kehidupan saat ini. Bila teman bertanya mengenai kebudayan yang ada di sekitar kita setidaknya kita lebih tahu dan bisa menjaga serta melestarikannya.

 Gambar

Gambar 7. Foto saat mengunjungi Pura Mangkunegaran

 Gambar

Gambar 8. Foto bersama abdi dalem Kraton Kasunanan Surakarta

Tak hanya yang sudah disebutkan di atas, kuliner yang ada di kota Solo pun menggugah selera. Lidah pun kurang lengkap rasanya jika belum mencicipi aneka kuliner yang ada. sebagai Contoh Tengkleng Pasar Klewer, Serabi Notosuman, Ayam Goreng Tulang Lunak, Selat Mbak Lies, Bakso Alex, Pecel Ndeso, Soto Triwindu, Timlo Sastro, Nasi Liwet Tanjung Anom, dan masih banyak kuliner lainnya. Sebagai mahasiswa, saya memang suka kuliner, tidak jarang juga coba-coba ke tempat baru dan mengunjungi resto atau tempat nongkrong baru di kota Solo. Jika makanan ataupun menunya tidak enak, otomatis tidak akan mencoba lagi di sana. Itu artinya, not recomended. Apalagi yang kurang coba di kota Solo ini? Hiburan ada tiap minggu, hiburan gratis lagi. Kuliner pun juga oke.

Sebenarnya, bila saya diminta menuliskan kesan tentang kota Solo ini, yang jelas saya hanya bisa mengatakan “Aku Tresno Karo Kowe (Kota Solo)” dalam bahasa Indonesia yaitu “Aku Cinta Kamu (Kota Solo)”. Kota Solo sudah menjadi bagian yg tak terpisahkan dari hidup saya. Sebenarnya dulu sore hari juga ada wisata yang tak kalah sejuk. Apa itu? Di Solo ada yg disebut stasiun Purwosari, tiap sore mulai jam 4 sampai maghrib suasana syahdu terhampar di sekitaran stasiun. Melihat kereta berlalu lalang menjadi suatu yg menentramkan bagiku dulu, dan mungkin juga bagi warga-warga yg lain. Tapi sayang, sekarang sudah ditutup wisatanya, entah mungkin karena terlalu berbahaya bermain dan berkumpul atau nongkrong disitu. Penduduknya, lingkungannya, kebudayaannya, kulinernya, pariwisatanya, ceritanya, semuanya yang ada di Solo pasti ngangeni. Tak ada macet seperti di kota besar lainnya, mau kemana aja cepet tinggal wes-ewes-ewes tiba-tiba sudah sampai ditempat tujuan. Mau destinasi liburan di kota Solo juga banyak hotel dan penginapan mulai dari yang mahal dan murah. Mau plesiran sebagai backpacker pengeretan juga bisa. Mau akses ke kota lainnya juga bisa dari kota Solo. Apalagi yang kamu harapin dari kota Solo? Toh semuanya sudah ada dan tinggal gimana cara kita menikmatinya.

Bagaimanapun juga, saya akan selalu cinta Solo apapun kondisinya. Semoga kota Solo semakin berkembang namun tidak tergerus dengan pembangunan dan modernisasi yang kian memudarkan semangat kebudayaan. 

 

 

Advertisements

About memeycantic

gue ya kayak gini...mau tau???? kenalan dulu dech....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s